Related »
perang amerika 1812

Perang Amerika Sebabkan Peningkatan Biaya Dan Krisis Ekonomi

| in Sejarah | Editor: | with Comments

Peningkatan biaya dihadapkan dengan krisis keuangan disebabkan perang Amerika-Inggris, mereka sadar bahwa tidak ada manfaat yang cenderung berkembang sebagai hasil dari konflik.

Keputusan pemerintah Amerika dua tahun sebelumnya pernyataan perang Amerika melawan Inggris dalam konflik yang dikenal Perang 1812. Inggris menjadi salah satu kekuatan dunia yang kuat sedangkan Amerika Serikat masih muda dan kekurangan dana, apalagi muncul konflik domestik dan militer Amerika masih terlalu lemah.

Donald Hickey penulis The War of 1812: A Forgotten Conflict, mengatakan bahwa tentara kekurangan, tidak terlatih, tidak memadai dan dipimpin oleh pensiunan perwira yang tidak kompeten.

Perang Amerika Dan Inggris Hentikan Dominasi Napoleon?

Satu per satu gedung-gedung pusat pemerintahan Amerika habis terbakar. Pada malam hari 24 Agustus 1814 tentara Inggris membakar Capitol (Departemen Keuangan), DPR yang pada waktu itu belum disebut Gedung Putih. Semua terbakar tak terkecuali struktur perumahan dan departemen Negara.

Pertempuran memuncak dan milisi tersebar disebagian besar Amerika, warga tidak terlatih dan kepimpinan buruk, tapi tetap dikerahkan untuk menghentikan musuh mencapai Washington. Hal ini menyebabkan Presiden James Madison bersama rekannya Jaksa Agung dan Menteri luar negeri melarikan diri ke tempat yang aman di seberang Sungai Potomac.

Awalnya, Inggris memprovokasi permusuhan, perjuangan untuk menghentikan dominasi secara global dari tangan Napoleon Perancis. Inggris mengganggu perdagangan maritim Amerika-Eropa dengan merebut kapal Amerika dan memaksa pelaut Amerika menjadi tenaga kerja di kapal angkatan laut Inggris. Mereka masih menganggap perdagangan Amerika Serikat sebagai ancaman bahkan setelah Revolusi. Inggris ingin mencegah bahan makanan Amerika dan barang lainnya mencapai Perancis, mereka memutuskan perdagangan yang akan membantu Inggris menang melawan Napoleon.

Saat perang Amerika-Inggris dimulai pada bulan Juli 1812, kapal-kapal angkatan laut Inggris terlibat pertempuran dengan kapal-kapal Amerika Serikat di sepanjang pesisir Timur, mereka bertempur di sepanjang perbatasan barat laut dan Kanada.

Pembakaran Washington disebut-sebut sebagai pembalasan atas pembakaran gedung-gedung di York oleh pasukan Amerika di awal-awal peperangan. Orang-orang mulai cemas, mereka berfikir bahwa New York akan menjadi target berikutnya. Pasukan Royal Navy bisa menempatkan pasukan darat di mana saja, disepanjang Samudera Atlantik yang bisa membuat warga ketakutan.

Perang Amerika-Inggris Dan Rencana Penaklukkan Baltimore

Setelah membakar kota Washington, Inggris berencana mengambil alih Baltimore, mereka yakin akan menjadi kota Amerika terbesar ketiga yang bisa melebihi populasi New York dan Philadelphia. Armada Royal Navy berangkat dari Teluk Chesapeake menuju Patapsco River dan memposisikan diri untuk membombardir Fort McHenry di pintu masuk pelabuhan Baltimore.

Di New York pada musim gugur tahun 1812, antiperang Federalis mulai mencalonkan kandidat dalam Kongres. Legislatif Massachusetts mengeluarkan resolusi mendesak untuk menolak upaya perang. Ketika berita perang Amerika mencapai New England (beberapa hari setelah pemungutan suara 17 Juni di Kongres) lonceng gereja di kota dan desa Northeastern berdentang ikut berkabung, pemilik toko menutup usaha sebagai bentuk protes.

Pada saat perang Amerika-Inggris berlangsung selama satu tahun, delegasi New England diselenggarakan di Hartford, Connecticut, untuk memperdebatkan tentang Northeastern yang ingin memisahkan diri dan membentuk negara Amerika yang terpisah.

Gubernur Massachusetts menawarkan pada komandan Inggris (Sir John Coape Sherbrooke) di Halifax, untuk mempertimbangkan prospek untuk perdamaian terpisah. Pada saat itu, seolah-olah perang Amerika-Inggris bisa berlanjut tanpa henti, mereka memiliki presiden yang telah menghancurkan ekonomi maritim dan banyak warga Amerika Serikat tewas dalam peperangan yang sia-sia.

Berita kemunduran pasukan Inggris di Baltimore bergema dan membuat cemas orang-orang Inggris. Inggris semakin kritis dalam konflik dan peperangan ini, mereka frustrasi dan diperparah adanya kerugian yang jelas melumpuhkan perekonomian Inggris. Perang Inggris dengan Napoleon selama lebih dari dua dekade telah menyebar kesulitan di seluruh negeri, beban pajak atas warga Inggris sangat memberatkan.

Sementara Amerika Serikat menghitung peningkatan biaya dan dihadapkan dengan krisis keuangan disebabkan perang Amerika-Inggris dan sadar bahwa tidak ada manfaat yang cenderung berkembang sebagai hasil dari konflik. Akhirnya Presiden Madison dan Kongres menyadari bahwa saat itu telah tiba untuk mengadakan penyelesaian dengan jalan damai.

Negosiasi dilakukan di wilayah netral (Belgia) di Ghent, sebuah perjanjian tanpa konsesi besar yang ditandatangani 24 Desember 1814. Tidak ada pertukaran teritorial yang signifikan, tapi Amerika Serikat gagal melampirkan wilayah Kanada dalam perjanjian yang mengakhiri perang Amerika-Inggris.

Feature image Perang Amerika-Inggris 1812 / Credit: Michel Felice Corne via Wikipedia

Permalink: Perang Amerika Sebabkan Peningkatan Biaya Dan Krisis Ekonomi

Follow Us

Related Posts

« »

Gratis Berlangganan

Masukkan Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Artikel Terkini

Pages

Tiket Online

Scroll to top